KUPAS TUNTAS NEW

Selasa, 02 Juni 2026

SINDIKAT PERAMPOK BERKEDOK LSM DI KEBUMEN: MABES POLRI DAN KPK DIDESAK BERTINDAK SEBELUM PENDIDIKAN LUMPUH

 


KUPAS TUNTAS NEW || KEBUMEN 

Praktik premanisme berkedok aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Kebumen telah mencapai titik yang tidak bisa ditoleransi. Berdasarkan laporan investigasi Koran Jateng edisi Senin, 1 Juni 2026, dengan judul "Bocor Alus: Beredar Kabar Oknum LSM", terungkap pola pemerasan sistematis yang menyasar sektor pendidikan.

Dalam pemberitaan tersebut, secara gamblang diungkapkan adanya kesaksian dari narasumber yang memvalidasi bahwa tindakan pemerasan ini benar adanya. Narasumber tersebut memberikan kesaksian langsung mengenai tekanan dan intimidasi yang dialami pihak sekolah, yang mengonfirmasi bahwa aksi para oknum ini bukanlah kritik sosial, melainkan tindakan kriminal murni berkedok kontrol sosial.

Tindakan ini adalah perampokan nyata terhadap anggaran pendidikan rakyat. Kami mendesak Mabes Polri, Bareskrim Polri, dan Kapolri untuk tidak lagi bersikap pasif. Praktik ini harus dibongkar hingga ke akar-akarnya. Kepolisian harus segera menangkap para pelaku yang telah menjadikan profesi aktivis sebagai senjata untuk menakut-nakuti dan memeras pihak sekolah maupun dinas pendidikan.

Sejalan dengan fakta yang diungkap oleh narasumber dalam Koran Jateng tersebut, kami menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung untuk segera melakukan supervisi terhadap aliran dana pendidikan di Kebumen. Kami mencurigai adanya sindikat yang terorganisir yang menjadikan bantuan pendidikan sebagai lahan basah untuk memperkaya diri sendiri di atas penderitaan tenaga pendidik.

Kementerian Pendidikan juga harus bertindak tegas dengan melakukan audit internal menyeluruh. Negara tidak boleh membiarkan pihak sekolah terus-menerus disandera oleh oknum LSM yang tidak bertanggung jawab. Proteksi total harus diberikan kepada dunia pendidikan agar proses belajar-mengajar tidak terus terganggu oleh tangan-tangan kotor para perampok berkedok aktivis ini.

Redaksi menegaskan, kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Publik di Kebumen diharapkan untuk tidak takut menghadapi intimidasi dari kelompok mana pun. Keberanian narasumber yang telah membuka borok ini di Koran Jateng harus menjadi pemantik bagi korban lain untuk berani melapor kepada pihak kepolisian.

Mabes Polri, Bareskrim, dan seluruh jajaran penegak hukum dituntut untuk bekerja profesional. Rakyat tidak butuh janji, rakyat butuh bukti nyata bahwa sindikat ini segera diseret ke meja hijau dan dijebloskan ke penjara.


# Presiden RI

# Menteri Pendidikan

# Kapolri 

# Bareskrim Polri 

# KPK RI 

# Kejaksaan Agung Ri


Publisher -Red 

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Pasca-Pergantian Pimpinan

 


KUPAS TUNTAS NEW || JAKARTA 

Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, pada Rabu (3/6/2026). Langkah hukum ini dilakukan selang beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN.

Pantauan di lokasi menunjukkan situasi di kantor BGN sempat terkendali namun terbatas. Sejumlah pegawai yang mengenakan seragam biru tidak diperkenankan memasuki area ruang kerja tertentu dan diminta menunggu di area lobi serta halaman luar kantor selama proses penggeledahan berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi mengenai materi penyidikan maupun keterkaitan penggeledahan ini dengan pergantian jabatan di tubuh BGN.

Upaya konfirmasi kepada pihak BGN terkait situasi di kantor tersebut juga masih dilakukan. Berita ini akan diperbarui seiring dengan adanya keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.


Publisher -Red 

Sinergi Memajukan Ekonomi Lokal, FKPPI Rayon 09 Kutowinangun Kawal Persiapan Launching Forum UMKM

 


KUPAS TUNTAS NEW || KUTOWINANGUN 

Menjelang peresmian wadah baru bagi para pelaku usaha lokal, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Rayon 09 Kutowinangun turun langsung menyukseskan persiapan Launching  Forum UMKM Kecamatan Kutowinangun. Aksi gotong royong ini berpusat di Kantor Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen pada Selasa (2/6/2026).

Kehadiran Forum UMKM Kutowinangun diproyeksikan menjadi angin segar sekaligus wadah strategis untuk pengembangan, pendampingan, dan pemberdayaan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah tersebut. Menyikapi urgensi tersebut, FKPPI mengambil peran aktif guna memastikan seluruh infrastruktur dan teknis acara siap matang.

"Kami ingin memberikan kontribusi nyata. Suksesnya launching Forum UMKM ini bukan hanya kesuksesan panitia, tetapi juga langkah awal kebangkitan ekonomi masyarakat Kutowinangun. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah kecamatan, dan pelaku usaha adalah kuncinya," ujar  Ni Made Aryani perwakilan sekaligus  ketua 2 dari FKPPI Rayon 09 Kutowinangun.

Sejak pagi hari, anggota FKPPI bersama panitia lokal berkolaborasi melakukan berbagai persiapan esensial, meliputi:

- Penataan tata letak ( layout ) dan lokasi utama kegiatan.

- Instalasi serta pengecekan fasilitas penunjang dan perlengkapan acara.

- Simulasi pengaturan tempat bagi para peserta serta tamu undangan VIP.

- Koordinasi intensif bersama pihak Pemerintah Kecamatan Kutowinangun demi kelancaran protokol acara.

Melalui aksi nyata ini, koordinasi antar-sektor berjalan solid dan seluruh kebutuhan dasar untuk hari H telah siap di mobilisasi. Keterlibatan FKPPI ini diharapkan tidak hanya menyukseskan seremoni pembukaan, tetapi juga memicu semangat kebersamaan jangka panjang dalam mengawal pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Kutowinangun.

FKPPI Rayon 09 Kutowinangun merupakan organisasi kemasyarakatan yang aktif bergerak dalam kegiatan sosial, kebangsaan, dan pembangunan masyarakat di wilayah Kecamatan Kutowinangun, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat demi kemajuan daerah.

Fitriani YD

Senin, 01 Juni 2026

Memperingati Milad ke-71, Abah Denny Syaefuddin Tebarkan Inspirasi dan Komitmen Menciptakan "Maung" Berintegritas yang Peduli Masyarakat



BOGOR | kupastuntasnew.com

Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-71, Tahun tokoh masyarakat dan organisatoris berpengalaman, Abah Denny Syaefuddin, menerima berbagai ucapan selamat dari berbagai kalangan. Di usianya yang memasuki kepala tujuh ini, Abah Denny bukan hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga merefleksikan dedikasi panjangnya dalam membangun masyarakat melalui berbagai lini organisasi.

Abah Denny dikenal luas sebagai figur yang memiliki jam terbang tinggi di dunia keorganisasian. Rekam jejaknya mencakup peran strategis di berbagai elemen masyarakat, mulai dari pers, Seperti di PAPI Persatuan Advokat Pers Indonesia, FWJI Forum Wartawan Jakarta Indonesia. Metro Jabar juga lembaga kepemudaan, hingga pelestarian budaya. Saat ini, ia aktif menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Perkumpulan Jurnalis Peduli Masyarakat (PJPM), Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Garda Siliwangi, serta Ketua Gerakan Relawan Pandu Garuda (GRPG) Bogor Raya.

Tidak berhenti di situ, kontribusi Abah Denny juga terasa dalam bidang sosial-budaya dan olahraga. Ia tercatat juga sebagai Dewan Pembina LSM Sagetih Pasundan, Anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Paguyuban Padjajaran Cirebon, serta Anggota Persatuan Pelatih Indonesia Soft Ball (PPIR). Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya. 

Kepekaannya terhadap seni budaya juga membuatnya dikenal sebagai seorang pemerhati seni budaya sementara di Garda Siliwangi sudah banyak yang dibina dan disalurkan untuk bekerja sementara dibidang olahraga, ia aktif sebagai pelatih Softball.bahkan Pernah Juara di era th 80!an.

Dalam kesempatan milad kali ini, Abah Denny menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan yang masih diberikan kepadanya. Ia berharap agar umur yang dipanjangkan ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara.

"Selama hayat masih dikandung badan. Saya bertekad akan tetap eksis dan peduli terhadap masyarakat. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral saya," ujar Abah Denny saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Lebih lanjut, Abah Denny menegaskan visinya ke depan. Ia berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat.

"Tugas kita bersama adalah siap menciptakan Manusia Unggul atau 'Maung' yang berwawasan luas dan berintegritas tinggi. Inilah sumbangsih terbaik yang bisa kita berikan untuk masa depan bangsa," tambahnya.

Ucapan selamat milad mengalir deras dari rekan-rekan sejawat,Para Tokoh pejabat, anggota organisasi, Anggota Dewan DPRD, Tokoh Budaya serta masyarakat yang merasakan langsung dampak positif dari kegiatan-kegiatan yang digagas oleh Abah Denny. Doa agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah menjadi kado terindah di hari spesial ini.

Dengan semangat yang tak pernah padam, Abah Denny Syaefuddin membuktikan bahwa usia hanyalah angka, selama jiwa tetap muda untuk berkarya dan melayani umat, Peduli Masyarakat.


( Red/ Titin)

Kasus Pemerkosaan di Brebes: Hukum Tumpul ke Atas, Pemdes Sibuk Mediasi Kasus Pidana?

 


KUPAS TUNTAS NEW || BREBES 

Kasus dugaan pemerkosaan keji yang menimpa seorang wanita asal Bandarkawung oleh oknum anak bos MBG Paguyangan kini memicu sorotan tajam publik. Alih-alih mendapatkan penegakan hukum yang cepat dan transparan dari Polres Brebes, penanganan kasus ini justru terkesan diseret ke ranah "damai" melalui mediasi yang difasilitasi oleh aparat pemerintah desa. Langkah ini dinilai mengangkangi substansi hukum pidana dan mencerminkan tumpulnya keadilan bagi korban kekerasan seksual.

Upaya mediasi yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Pakujati, Kecamatan Paguyangan, Rastam, S.H., dengan pihak keluarga besar korban pada Senin (01/06/2026), akhirnya berujung buntu. Proses tersebut urung terlaksana akibat ketidakpastian waktu dan tarik-ulur lokasi pertemuan yang memperlihatkan buruknya komitmen penyelesaian yang berpihak pada korban.

Sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia, kasus pemerkosaan adalah delik biasa ( bukan delik aduan ) yang tidak dapat dihentikan melalui mekanisme mediasi atau "restorative justice" sepihak di tingkat desa. Keterlibatan aktif Kades Pakujati dalam memfasilitasi pertemuan ini memicu kritik keras dari berbagai elemen masyarakat yang mencium adanya aroma pengondisian kasus demi melindungi pelaku yang merupakan anak dari pengusaha lokal terpandang.

Sedianya, mediasi dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB, namun gagal terlaksana. Pihak Kades kemudian menggeser waktu menjadi pukul 12.30 WIB secara sepihak. Hingga pukul 14.20 WIB, pihak keluarga korban dibiarkan terkatung-katung tanpa kepastian.

Merasa dipermainkan oleh birokrasi desa, pihak keluarga besar korban secara tegas menolak mendatangi lokasi yang ditentukan Kades dan menuntut pertemuan dipindahkan ke tempat yang netral dan aman bagi mereka.

"Kami tidak bisa ke sana. Kalau memang pihak Bapak memiliki itikad baik, kami tunggu di sini saja. Bagaimana kalau kita bertemu di balai desa kami? Insyaallah kami siap memfasilitasinya," tegas perwakilan keluarga korban dalam rekaman komunikasi yang beredar.

Di sisi lain, respons Kades Pakujati, Rastam, S.H., justru memantik kegeraman publik. Alih-alih berempati pada trauma psikologis korban dan keluarganya, Rastam justru menyayangkan ketidakhadiran pihak keluarga korban dan menuduh mereka melanggar kesepakatan.

"Kami sudah menyediakan dan menyiapkan fasilitas sesuai permintaan. Ketika panjenengan (pihak keluarga) tidak hadir di lokasi, ini terkesan melanggar kesepakatan. Padahal, pihak yang bersangkutan sudah siap semua dan kami sudah meluangkan waktu," ungkap Rastam tanpa beban.

Pernyataan ini dinilai salah sasaran. Publik menilai, yang seharusnya dicari dan dihadirkan saat ini bukan keluarga korban untuk diajak kompromi, melainkan terduga pelaku yang harus segera diseret ke sel tahanan Polres Brebes.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan mengenai kelanjutan pertemuan. Namun, tuntutan riil masyarakat kini bergeser dari sekadar ruang mediasi desa menuju meja penyidik kepolisian.

Polres Brebes didesak untuk segera mengambil alih situasi secara tegas, menghentikan segala bentuk intervensi berkedok mediasi di tingkat desa, dan segera menangkap oknum anak bos MBG Paguyangan. Penundaan penangkapan hanya akan memperkuat stigma negatif di masyarakat bahwa hukum di Kabupaten Brebes dapat dinegosiasikan jika berhadapan dengan lingkaran kekuasaan dan materi.

Kasus pemerkosaan adalah kejahatan kemanusiaan yang berat. Korban butuh perlindungan dan keadilan hukum yang nyata, bukan formalitas ruang rapat balai desa yang berpotensi membungkam kebenaran.

Red

Kecamatan Nusawungu Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Kebangsaan

 



KUPAS TUNTAS NEW || CILACAP 

Pemerintah Kecamatan Nusawungu sukses menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026) pagi. Berpusat di halaman Kantor Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, upacara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan persatuan di tingkat lokal.

Upacara ini dihadiri langsung oleh Camat Nusawungu, Oktavian Panji Setiawan, S.STP., M.A.P., beserta jajaran. Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Cilacap, unsur TNI-Polri, kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Nusawungu, serta tokoh masyarakat dan dewan guru dari tingkat SD hingga SMA/SMK.

Keberagaman dan soliditas wilayah ini tercermin kuat lewat kehadiran berbagai organisasi kemasyarakatan, mulai dari NU, Fatayat NU, Muslimat NU, Banser, Pemuda Pancasila, GRIB Jaya, hingga Tim Penggerak PKK.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Danramil 05/Nusawungu Kapten Sutiyono, A.Md., membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut, ditekankan bahwa sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu menunjukkan kepemimpinan nyata di panggung global. Kontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia, mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa yang tertindas merupakan perwujudan konkret dari Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

"Kemajuan ekonomi dan teknologi yang kita kejar hari ini harus tetap berlandaskan moral dan nilai-nilai Pancasila. Generasi muda adalah penjaga masa depan. Mereka harus menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup ( living ideology ) dan diamalkan sehari-hari, bukan sekadar simbol di buku sejarah," ujar Kapten Sutiyono saat membacakan amanat BPIP.

Amanat tersebut juga menitipkan pesan krusial bagi para pemimpin di tingkat pusat maupun daerah. Setiap kebijakan publik yang dilahirkan wajib berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak seluruh masyarakat, dan tidak meninggalkan rakyat kecil.

Di sisi lain, seluruh elemen bangsa, khususnya warga Kecamatan Nusawungu, diajak untuk terus bergerak bersama melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan potensi perpecahan yang dapat mengusik keutuhan NKRI.

Melalui semangat Hari Lahir Pancasila 2026, seluruh peserta upacara diajak untuk memperkuat tradisi gotong royong dalam setiap aspek kehidupan demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

"Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Jayalah Indonesiaku, Merdeka!"

Shlh

Sabtu, 30 Mei 2026

Ratusan Personel Polres Purbalingga Amankan Liga 4 Nasional di GOR Goentoer Darjono

 



KUPAS TUNTAS NEW || PURBALINGGA 

Polres Purbalingga menyiapkan ratusan personel untuk mengamankan pertandingan babak 64 besar Grup D Liga 4 Nasional yang digelar di Stadion Goentoer Darjono Purbalingga, Sabtu (30/5/2026). 

Ratusan personel disiapkan untuk mengamankan dua pertandingan yaitu Wahana FC Pekanbaru melawan PSPP Padang Panjang, dilanjutkan Persibangga Purbalingga melawan Sylva Kalimantan Tengah (Kalteng).

Personel pengamanan melaksanakan apel yang dipimpin oleh Wakapolres Purbalingga Kompol Agus Amjat Purnomo. Usai apel, petugas mengikuti Tactical Wall Game (TWG) dipimpin Kabagops Kompol Tri Arjo Irianto untuk mematangkan teknis pengamanan.

Wakapolres Purbalingga mengatakan salah satu tempat pertandingan Liga 4 Nasional ada di Stadion Goentoer Darjono Purbalingga. Oleh sebab itu, Polres Purbalingga menyiapkan personel pengamanan seluruh pertandingan.

"Kita akan melaksanakan pengamanan sesuai jadwal kompetisi yaitu mulai hari ini, kemudian Selasa dan Jumat mendatang. Pengamanan dilakukan untuk menjamin kegiatan berlangsung aman dan lancar," katanya.



Disampaikan bahwa pengamanan yang dilakukan oleh Polres Purbalingga dipastikan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin terjadi sebelum, pada saat maupun setelah pertandingan.

"Ada tiga hal yang harus dijaga dalam pengamanan yaitu pastikan tidak ada benda berbahaya masuk ke stadion, pastikan jalan lingkar steril dari kendaraan dan pastikan lokasi parkir kendaraan sesuai peruntukannya," tegas Wakapolres.

Dua pertandingan Liga 4 Nasional di Stadion Goentoer Darjono Purbalingga berlangsung dengan aman dan lancar. Pada pertandingan pertama Wahan FC unggul atas PSPP Padang Panjang dengan skor tipis 1 - 0. Sedangkan pertandingan kedua Persibangga Purbalingga unggul 1 - 0 atas Sylva Kalteng.


Sumber : Humas Polres Purbalingga

Fitriani 

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done